Laman

Selasa, 02 Februari 2010

Males banget rasanya untuk masuk kelas. Entah kenapa semua itu berubah semenjak aku memilih pilihan yang seharusnya tidak ku pilih agar ke adilan itu tetap tersirat dalam keals yang egois selalu merajai.

Aku harus bisa memilih sekarang. Jika ku harus memilih kelas ku bisa raih mimpi ku namun belum tentu diluar sana. Lalu jika ku memilih di kuar sana berarti ku meninggalkan salah satu mimpi ku. jika ku memilih keduanya, aku harus rela membuat diri ini sibuk. Mungkin juga aku bisa menyeimbangkan kebutuhan batin ku.
hee...batin kaya apa aja yah..
Ya, tapi kalau ku bilang sieh kebutuhan batin karena aku buth kebahagia meski sedikt bisa ku rasakan. tapi sekrang hanya ada omongan buru yang selalu ku terima yang jadi membuat ku lemah.

Aku tidak mau bertopeng dalam rasa keberanian namun nyatanya aku renta letih. Aku selalu mencoba untuk menjadikan motivasi semua omongan mereka namun nyatanya itu membuat ku jatuh dalam ketidak beranian. Sulit sekarang kurasakan semangat yang mengegebu-gebu. Komentar oedas yang terallu berlebihan membuat ku jatuh padahal nyatanya itu bagi ku tak perlu di bincangkan lagi. bukan membuat ku menjadi sesuatu yang lebih baik lagi tapi sebaliknya. Sakit banget sih kalau berdiri ditengah kumpulan manusia yang selalu ingin di atas tanpa ada semangat yang dia lontarkan.

Lebih baik ku dia tanpa bahasa jika satu kata yang ku ucapkan menjadi dosa bagimu.
Lebih baik mungkin ku pergi jika setiap gerak ku pun bisa menjadi dosa bagimu.
lebih baik ku tak ada lagi biar tinggal nama saja. lalu ku tak dengar lagi lontaran omong kosaong mu itu.
Bagaiman mungkin ini lebih baik dari pada aku ada hanay menjadi bahan omongan mu saja.

begitulah teman yang baik selalu ngurusin urusan temannya daripada urusannya sendri. jadi jangan salahin siapa-siapa kalau hidupnya tak pernah di jauhin maslah...

"semakin tinggi pohon, semakin banayk angin yang meniupnya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar