Aku mencoba selalu untuk bisa bukan tidak bisa. Hanya satu yang aku takutkan untuk sekarang yakni, diriku menjadi sombong. Aku mencoba tetap tersenyum apa yang terjadi meski pedih hatiku, meski tak tahan ku terima pukulan yang sangat menyakitkan, dan meski harus ku relakan apa yang berharga untukkku. Seperti yang aku ungkapkan "Selalu tersenyum, jangan hapus senyum dipipi orang lain karena diriku tak tersenyum".
Ku sadari apa yang kucari selama ini tidak untuk jangka panjang. Namun logika ku juga bersua, kepuasan batin dan kebahagian orang lain itulah nilai lain yang ku temukan dari apa yang kucari. Kebahagian yang ku ingin bukan hanya untukku melainkan untuk mama yang selalu merasa apa yang ku cari ini salah.
"Ma, ku berusaha untuk lebih baik menjadi anak yang berguna untuk semua orang."
Untuk Bapak.
"Ku ingin menggantikan bapak yang bisa menghidupi keluarga, Janah mau bapak istirahat, janah selalu coba untuk menjadi anak yang baik hingga nanti janah bisa kasih kebahagian buat bapak dan mama"
Untuk kakakku semuanya.
"Adikmu ini selalu berusaha menjadi orang yang bisa berhasil didunia maupun diakhirat, makasih kak dukungannya."
Untuk semua orang yang telah mencemohkanku.
"Makasih, cemohan kalian menjadi luka dalam hatiku hingga memaksaku untuk terus maju tanpa langkah stop."
Untuk semua orang yang janah kenal.
"Kalian semangatku juga."
Makasih untuk semuanya aku selalu berharap langkah demi langkah, rintanagn demi rintangan, dilema demi dilema, luka demi luka, bahagian demi bahagia, dan tangis demi tangis, Aku bisa lewati dan berakhir keberhasilan.
(Semangat, Janah kamu pasti bisa)
Gebrakan Baru di Hari Istimewa
16 tahun yang lalu



Tidak ada komentar:
Posting Komentar