siang yang mendung seakan turun hujan.di koridor sekolah ku bagian atas ku terlamun akan sahabt ku, saat ku pandang di pohon besar yang biasa kamu duduk bergurau bersama ku mencoba mengingat kenangan kami,
::ku liat ia duduk melamun di antar bawah pepohonan rindang, nan sejuk, berbekal pulpen dan kertas, mungkin ia sedang berfikir dan melayangkan roh-rohnya mencari ke tenangan..itu yang dulu biasa ia lakukan saat ia ingin mengis,namun selalu ia ingin di samping ku menangis di peluk ku. mungkin sekarng ia menahan tangis nya dengan senyumnya, melamun menatap dedaunan pohon seakan tersenyum bahagia, itu yang membuat ku luka,, tak pernh ia terima kehadiran seorang yang menyanginya, bahkan aku, dia telalu terobsesi menjadi manusia yang ia fikirkan, menggapai cita-cita nya, mewujudkan mimpi nya, hingga membuat dirinya tersiksa, aku yng hanya dapat memandang dari sini, ku tak ingin menggangnya,kawan apa yang sebenarnya kau ingin kan?? Kian lama kau duduk sendiri ingin ku duduk di samping mu kawan namun kau tak ingin ku hadir lagi. Untuk mu ini ku lakukan. Namun ku harap tak ada tangis dan luka di hari mu, langit pun berubah ke orenan, tanda sore menjemput malam, ia pergi dari tempat duduknya, meningglkan kertas ya, mewujudkan mimpi nya, hingga membuat dirinya tersiksa, aku yng hanya dapat memandang dari sini, ku tak ingin menggangnya,kawan apa yang sebenarnya kau ingin kan?? Kian lama kau duduk sendiri ingin ku duduk di samping mu kawan namun kau tak ingin ku hadir lagi. Untuk mu ini ku lakukan. Namun ku harap tak ada tangis dan luka di hari mu, langit pun berubah ke orenan, tanda sore menjemput malam, ia pergi dari tempat duduknya, meningglkan kertas yang ia bawa tadi, ku beranjak dari tempat ku, ku ambil kertas itu, ku temui hal yang menyiksa hati ku batin ku, aku tak pernh mau ini terjadi, sahabat aku harus apa untuk kamu bahagia ”rintis ku dalam hati, tangis ku pun tak bisa terbendung lagi sungguh aku tak ingin sahabat ku seprti ini, sebesar ini kah beban mu sahabat, seberat ini kah selam ini kau jalan" rintih ku dalam hati memegang secarik kertas yang kau tulis dan kau tinggalkan tanpa nama ini,
::ku berjanji ku kan selalu ada di dekat mu walau tanpa kau sadari, itu lah sahabt..
Gebrakan Baru di Hari Istimewa
16 tahun yang lalu



Tidak ada komentar:
Posting Komentar