senyuman yang terpajang di wajah yang nan manis, terpancar kebahagian, hanya laku nya yang menggambarkan kebahagianya, namun kisahnya dalam hati tak seindah harinya.Pujian demi pujian telontar bukan membuati hatinya berbangga, namun ada hal yang tersirat pedih di hati yang jauh nan disana,apa itu? Ia yang tak pernah menggambarkan bahkan menuliskan ke pedihan itu, yang ku tau ia datang kepada ku dengan wajah yang bahagia, saat ku Tanya," kawan untuk apa kamu datang kesini, terlalu sakit untuk aku menerima mu", Wajah tanpa dosa nya tetap berusaha tersenyum, “kawan ku hanya ingin berterima kasih” senyumannya yang membuat ku terluka sungguh sakit rasanya melihat dan menerima senyumannya itu, semua yang ia lakukn di mata ku DUSTA besar. "Harus kah ku terima ucapan terima kasih dari seorng sahabat yang meNDUSTAI HATINYA, mendustai SAHABATNYA SENDiRI, setia kita melangkah bersama namun kau, pergi berlari meningglkan ku"…bentak ku yang tak bisa menahan amarah ku ini…
"ku sadari apa yang ku lakukan, namun ku harus berlari sendri, ku tak mau kau bersama ku melukai hati semua orng yang mencintai mu” ,Jawabnya lirih dan entah hilang senyum di wajahnya berganti tangisnya..
"kawan ku hanya terlalu menyayangi mu, sudah cukup kau sakiti hati dan perasaan mu sendri, sudah cukup kawan kau bersembunyi di senyum mu itu, mata ku tidak buta akan perasaan yang selalu kau rasa, ku peluk erat sahabat ku tak ingin ia pergi lagi dari ku,isak tangis nya jua membuat perasaan ku terluka,.hapus air mata mue kawan, kau yang bilng diri mu bisa tegar, diri mu yang bisa sukses, diri mu yang bisa menggapai cita” mue, ku yakin kamu pasti bisa, janagn kau tangisi..lagi sudah cukup perasaan ku terluka akan diri mu, kau kesini bukan untuk menangs kan, kau datnag untuk bertrimaksih kan..kawan ku tau semuanya,,,ku yakin kau akan datng ke tempat yang tak layak ini kau datngi..
"Kawan ku ingin bertrimaksih, saat ini ku berhasil meraih mimpi ku menggapai cita” ku, kawan kau yang terbaik, kau selalu berhasil menemukan ku, saat ku bersembunyi di balik senyum ku….ku tak ingin menagis di depan mereka karena ku tak pernh ingin di kasihanin, aku tak ingin di pandang cengeng,,,aku hany bisa mengis di peluk mu kawan"...lepas nya peluk ku darinya..kawan kali ini terakhr bagi ku datang kesini, karena ku tak ingin menangis lagi,.ku terdiam membisu tak ingin meluapkan amrah lagi,.ku tak bisa berbuat apa” lagi itu pilihannya…jalan sendri dengan tujuannnya sendri…luka memang namun persahabatan bukan sampai sini bagi ku masih panjang..apa pun yang ia kata kan, bagi ku kamu tetap lah sahabt ku, ia pergi tinggalin aku yang menangis disini, kehilangn sahabt ku...
Gebrakan Baru di Hari Istimewa
16 tahun yang lalu



Tidak ada komentar:
Posting Komentar